Home » » Manajemen Resiko Asuransi Jiwa

Manajemen Resiko Asuransi Jiwa

Manajemen Resiko
Pada dasarnya asuransi jiwa adalah merupakan suatu pelimpahan resiko atas kerugian keuangan oleh tertanggung kepada penanggung. Perlu digaris bawahi bahwa Resiko yang dilimpahkan kepada penanggung bukanlah resiko hilangnya jiwa seseorang, tetapi yang dilimpahkan adalah kerugian keuangan sebagai akibat hilangnya jiwa atau karena mencapai umur tua sehingga menjadi tidak produktif lagi.

Sepanjang hidup manusia selalu dihadapkan pada sebuah resiko. Resiko yang dimaksudkan adalah kemungkinan terjadinya peristiwa-peristiwa yang dapat menyebabkan hilang atau berkurangnya nilai ekonominya. Orang berada dalam keadaan tidak tenang karena tidak mengetahui dengan pasti berapa beban keuangan yang harus dipikul selama menjalani hari tuanya, dan tidak tau sampai umur berapa ia akan hidup.

Maka dasar asuransi jiwa adalah sekelompok orang yang menyadari bahwa setiap orang pasti akan meninggal dunia tetapi tidak tahu secara pasti kapan kematian tersebut terjadi. Oleh karena itu diperlukan jaminan keuangan dalam jangka waktu tertentu, selama yang ditinggalkan belum dapat menyesuaikan diri dengan kondisi baru.

Asuransi jiwa secara umum memiliki manfaat manfaat mulia sebagai berikut : 
  • Menggantikan hilangnya penghasilan seseorang ketika dia tidak mampu bekerja karena cacat
  • Membayar biaya pemakaman dan biaya perawatan sewaktu sakit
  • Menjamin ketersediaan dana untuk sementara waktu bagi ahli waris atas kehilangan pendapatan dari tertanggung yang meninggal dunia
  • Membayar hutang-hutang yang belum terlunasi pada saat tertanggung meninggal dunia
  • Untuk menyeimbangkan anggaran keluarga ketika tertanggung meninggal.
  • Menjamin ketersediaan dana yang diperlukan ahli waris, melebihi program manfaat yang diberikan oleh pemerintah/ institusi lainnya
  • Membayar pengeluaran-pengeluaran medis yang diakibatkan oleh sakit atau kecelakaan
  • Menyediakan dana pensiun.

Studi Kasus :
Misalnya kita membangun sebuah bisnis dengan teman dekat kita dengan modal patungan (dengan modal sendiri-sendiri lalu di gabung) dan ketika usaha itu semakin maju, aset perusahaan semakin meningkat, bagaimana jika sesuatu hal partner kita meninggal dunia?

Jika hal ini terjadi mungkin akan timbul beberapa hal sebagai berikut :
  1. Istri almarhum akan mendatangi anda dan menuntut hak yang menjadi bagian almarhum suaminya. sementara mungkin di saat yang sama perusahaan tidak memiliki uang tunai yang banyak untuk memberikan hak tersebut kepada istrinya, karena modal perusahaan lebih banyak tertanam dalam bentuk aset, jika kita menjual aset tersebut berarti perusahaan kita akan terganggu kegiatan operasionalnya bahkan paling buruknya adalah perusahaan kita akan mengalami kebangkrutan.
  2. Istri almarhum akan meminta pembayaran gaji suaminya, yang sudah tentu perusahaan anda tidak mungkin membayarnya karena dia tidak bekerja pada perusahaan kita atau seandainya dia bekerja di perusahaan pun kompetensi dan kemampuannya belum tentu sama dengan almarhum suaminya.

Sebagai pengusaha harus memahami tentang resiko yang tidak dapat di hindari ini harus di kelola dengan baik sehingga menjadi terkendali. Karena resiko semacam ini tentu tidak dapat di hindari oleh siapapun.
Dengan asuransi Jiwa ini resiko di atas terjadi maka istri almarhum akan menerima kompensasi atas bagian saham suaminya di perusahaan tersebut, sementara mitra yang masih hidup akan tetap dapat mempertahankan pengendalian penuh atas perusahaan sebagai pemegang saham tunggal. Hal ini saling menguntungkan kedua belah pihak.
Untuk itulah Asuransi Jiwa ini di rancang agar dapat mengendalikan resiko tidak terduga sehingga perusahaan anda dapat tetap berjalan dengan lancar meskipun terjadi hal-hal yang terburuk sekalipun.

Written by : Denny Marco - Describe about you

Dengan senang hati saya menerima saran dan kritik dari semua pembaca melalui komentar yang santun, dan Saya berharap artikel yang saya tulis ini bisa bermanfaat. Salam Hangat.

Join Me On: Facebook | Twitter | Google Plus :: Terima Kasih atas Kunjungannya ! ::

0 comments:

Post a Comment